Banyak
yang remeh dengan tulisan, member dan kehadiran Komunitas Kompasiana. Katanya
semua bisa posting tanpa editor, artinya gak ada kualitasnya. Katanya, Ah, tulisan kayak gitu gue juga bisa!. So what? Kenapa gak ikut nulis aja
daripada remehin dan sekedar komentar? *hehe, mendidih kayaknya nih kepala,
emosi jiwa tingkat akhir—siap-siap skripsi deh :p*
Emang
sih, di kompasiana semua tulisan, selagi masih dalam koridor ketimuran, pasti
akan dimuat. Jelas berbeda dengan media-media lain sejenis, yang bersedia
memposting tulisan para “pe-magang tinta” *kalo kuli tinta kan wartawan, kalo
masih belajar pemagang aja kali ya.. :p*. Di tempat lain tentu kualifikasinya
jauh lebih ketat, ada sang editor yang bisa saja tulisan para pemula sering di
lewatkan, kurang berbobot cyinn. Tapi
mohon disikapi secara bijaksana dan positif keberadaan wadah seperti Kompasiana
ini. Di sini kita diberi kepercayaan untuk terus belajar menulis, belajar
percaya diri melempar tulisan ke media. Bukankah ini menguntungkan untuk kita
yang pemula? Dan benar kata member kompasiana lain *maaf saya lupa namanya,
hehehe*, bahwa di sini banyak juga ko para Suhu a.k.a Ustadz a.k.a Guru alias
Para Penulis Handal yang dengan low
profile nya masih mau mampir ke tulisan-tulisan sederhana milik para Junior
yang masih berantakan grammarnya *lah, bahasa apa sih yang dipake emangnya yak?
ckckck*.
Jadi
point utamanya, jangan berhenti menulis. Jelek? Kurang berbobot? Biarin!
Lanjutin dan benahin terus. Cepat atau lambat, kita akan menemukan formula menulis
tersendiri yang tentu makin baik tiap harinya. Awalnya saya gambling dan sok pede saat melempar
tulisan pertama saya ke Kompasiana 6 Februari lalu, http://fiksi.kompasiana.com/cermin/2012/02/07/autis-bidadari-surgawi-malaikat-kecilnya/
. Diluar dugaan saya, postingan pertama saya jadi HL. *wuidihhh, sombong.
Hehehe :p*. itu jadi pacuan saya untuk terus menulis. Seperti semangat yang
dikobarkan rekan sesama penggiat kompasiana, Mas Mustafa Kamal dalam
tulisannya, http://edukasi.kompasiana.com/2012/02/15/dari-kompasiana-menjadi-penulis-besar-indonesia/
Yuk mari candu menulis.
:)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar