Kembali kini membahas tentang BPJS. Monggo dibaca
bagi yang minat, atau tinggalkan saja untuk yang tidak berminat mengurusnya :p.
Anyway, sebelumnya sudah dibahas sedikit wewarna
mengenai pendaftaran JKN yang *menurutku* berkesan belum siap jalan.
Oke let’s start
the story. Seperti sebelumnya yang diceritakan, Jumat pagi Saya dan Juna
bergegas ke kantor cabang BPJS di wilayah Pemda Kab Bogor *kantor terdekat dari
rumah*. Namun hanya mendapati formulir pendaftaran dan kembali pulang.
Sesampainya di sana kembali pukul 14.00 sudah tidak bisa masuk karena antrian
penuh. Singkat cerita, setelah bolak-balik melengkapi administrasi *yang saat
Saya datang, infonya simpang siur, kurang jelas* akhirnya pukul 16.00 Saya tergopoh
meletakkan formulir dan persyaratan yang sudah lengkap di atas meja. Katanya,
akan diproses malam ini atau esoknya dan silahkan datang kembali Senin.
Senin siang sepulang mengajar, Saya kembali
menyambangi kantor BPJS tersebut. Dan benar, memang pendaftaran Saya sudah
diproses. Kartu pun sudah tersedia. Namun oleh petugas Saya disodori kertas print out berisi nomor Virtual Account sebagai identitas untuk
transaksi pembayaran. Petugas meminta Saya untuk transfer terlebih dahulu
setoran pertama dan kembali lagi untuk mengambil kartu dengan menukarkan resi
transfer sebagai bukti. Di sini Saya mulai ngedumel
dalam hati. Duh rasanya lelah bukan
main. Bolak-balik dengan jarak yang lumayan. Saya pikir, demi efisiensi setoran
pertama bisa melalui jalur tunai di tempat. Tapi ya sudah lah, Juna bilang
jalani. Ikhlas saja.
Tak sampai disitu, sesampainya di ATM Bank yang
bekerja sama, ternyata proses transfer GAGAL. Dicoba berkali-kali tetap gagal.
Duh, hati gelo bukan main. Panas,
lapar, lelah, eh ditambah kisruh. Petugas keamanan Bank setempat datang dan
menginfokan, untuk pembayaran BPJS memang sedang gangguan sedari pagi. Katanya
Sistem BPJS nya belum siap, sehingga mengakibatkan sistemnya down.
Jadi silakan coba kembali keesokan harinya karena setor tunai pun sudah
tidak bisa karena Bank sudah tutup. *Whaaaaat?
Ditunda lagi?* Lunglai sudah seluruh badan. Oke, tarik nafas panjang dan jalan
lagi ke kantor BPJS untuk KESEKIAN
KALINYA. Petugas bilang, silakan coba lagi esok, jika sudah bisa silakan ambil
kartunya kembali. *huhuhu, lagi-lagi disuruh datang lagi*.
Akhirnya sodara-sodara,
Rabu pagi *karena kebetulan libur sekolah* Saya kembali ke kantor BPJS setelah
berhasil transfer. Tak banyak babibu, langsung tukar resi transfer dengan kartu
kepesertaan. Finally.
Ya, sepanjang itu Saya baru bisa mendapat kartu
kepesertaan. Sebagai pelajaran untuk yang mau mendaftar, yuk disimak bagaimana
caranya supaya gak bolak-balik dan
prosesnya lebih cepat *dengan jalan yang tepat tentunya*.
==========================================================
Kantor BPJS mulai beroperasi pukul 08.00. Namun
datanglah pukul 07.30 untuk ambil formulir pendaftaran. Sepagi itu pun antrian
sudah banyak. Tapi Insya Allah bisa
selesai hari itu juga prosesnya.
Pastikan mengisi formulir dengan lengkap. (1 Formulir
bisa untuk 1 KK dengan Anggota 4 Orang). Periksa baik-baik lagi setelah
mengisi. Jangan sampai mengantri lama, tapi tak terproses karena tak terisi
lengkap. Dan juga pastikan syarat administrasi juga lengkap. Berikut syarat
lengkapnya *yang tidak Saya dapatkan semula. Huhuhu* :
-
Fotokopi Kartu Keluarga
-
Fotocopi KTP yang mau didaftarkan kepesertaannya
-
Pasfoto 3 x 4
sebanyak 2 lembar
Oya, info mengenai premi ada 3
-
Rp. 25.500 untuk perawatan inap kelas 3
-
Rp. 42.500 untuk perawatan inap kelas 2
-
Rp. 59.000 untuk perawatan inap kelas 1
Nah sebatas itu info mengenai premi yang Saya dapat,
kelebihan lain selain kelas rawat inap belum Saya peroleh karena tidak ada yang
bisa menjawab. Tidak ada juga sesi “tanya-tanya” pada petugas yang kompeten
saat pendaftaran. Next Saya akan coba
bertanya via Call Center 500400.
Semoga memuaskan.
Lanjut pada proses ya. Setelah nomor antrian,
persyaratan dan formulir lengkap, kita hanya tinggal menunggu dipanggil untuk
di data. Kemudian dapat nomor print out
nomor Virtual Account yang Saya
singgung di atas tadi. Anda silakan lakukan pembayaran ke Bank. Ada3 Bank yang
bekerja sama untuk pembayaran premi JKN ini, yaitu BRI, BNI dan Mandiri. Bisa
tunai bisa transfer, namun sayang tidak bisa tunai di tempat. Jika proses
transfer gagal, coba beberapa kali *kadang bisa kadang tidak, waspadalah :D*.
Setelah berhasil melakukan pembayaran, datang kembali
ke kantor untuk menukar dengan Kartu Kepesertaan seperti ini.
Nah, selesai sudah. Kedepannya Anda mesti melakukan
pembayaran rutin setiap bulan sesuai Virtual
Account sebelum tanggal 10 setiap bulannya. Jika lebih dari tanggal 10,
Anda dikenakan denda.
*Emmm apa lagi
ya yang harus dishare?*
Oya, kegiatan pendaftaran akan ditutup jam 16.00 teng.
Walaupun Anda memegang antrian, kantor tetap akan tutup. Yang bisa Anda lakukan
hanya meletakkan formulir dan kawan-kawan pendukungnya di meja yang akan
diproses malam harinya. Dan datanglah esok hari untuk mengambil Virtual Account dan melakukan pembayaran
seperti yang sebutkan tadi.
Dan saran Saya, untuk yang memiliki saudara/orang tua
berumur yang mau didaftarkan, tolong dampingi ya atau diwakilkan *karena bisa
diwakilkan kok, asal formulir ditandatangani yang bersangkutan dulu ya :)*.
Karena kenapa? Kasihan mereka yang sepuh-sepuh mengantri lama dan cukup
berdesakan. Selain itu dengan alur yang agak ribet, rasanya lebih bijak kalau
didampingi atau diwakilkan. Sedih banget lihat mereka yang udah lumayan tua
lelah mengikuti proses demi prosesnya yang kadang kurang mereka mengerti.
Oke sekian dulu infonya ya. Semoga manfaat.
Langit Jingga
08 Januari 2014



Tidak ada komentar:
Posting Komentar