Mungkin, dalam ratusan ribu orang yang kutemui sepanjang hidup atau
ribuan teman dalam sosial media, banyak orang-orang spesial yang begitu lekat
pada kesan positif yang ku teladani. Tapi kali ini ijinkan Saya menuliskan kesederhanaan
orang-orang *lebih tepatnya pasangan-pasangan* berikut ini, yang saya nilai
begitu sederhana dalam berlelaku. Dan Saya meneladaninya.
Pasangan pertama adalah sosok bersahaja yang Saya temui di dunia maya. Kegemaran
menulis, menghantarkan Saya pada wadah kepenulisan online yang ramai disesaki
penulis-penulis di Februari 2012. Mulai dari yang amatir seperti Saya sampai “Suhu”
seperti sosok yang satu ini. Akunnya bernama RZ. Hakim. Saya biasa menyapanya
Mas Hakim. Tulisan-tulisan beliau sungguh sangat memikat. Gaya kepenulisannya
yang khas, membuat Saya menanti-nantikan tulisan-tulisannya. Tak jarang, beliau
menyempatkan membaca tulisan ecek-ecek Saya, bahkan mengomentarinya *suenenge
rek, dikomentarin gurunya menulis :)*. Karena kemudian Saya vakum dalam
menulis, Saya memilih berteman dengan beliau via sosial media. Dari sanalah
Saya “mengikuti” kehidupan beliau. Menyimak penulisannya , baik via dinding
sosmed atau pun pada “wadah” nya, www.acacicu.com
*wajib kunjungi dan nikmati gaya menulisnya, guys :)*. Dan dari sana pula saya
mengenal sosok manis nan bersaja pula. Bernama akun Zuhanna Priit Apikecil. Agak
kepo, dengan kesahajaan mereka berdua yang selalu nampak pada postingan tulisan
atau pun foto-foto, Saya pun mengenal Mbak Priit sebagai istri Mas Hakim. Cocok.
Beneran cocok! Mereka sama-sama punya gaya kepenulisan yang aduhai. Rasa kesahajaan
yang tak main-main. Sederhana terpancar dari keseharian yang tergambar pada
halaman-halaman yang mereka sajikan. Sungguh, mereka adalah pasangan yang membuat
Saya iri. Iri yang positif. Di mana pasangan yang nampak bersahaja ini
bersinergi dalam nafas hidup yang sama. Beriringan dengan senandung alam dan
kesederhanaan. Berirama dengan nada sosial yang menyempurnakan langkah pasangan
ini dalam kesahajaan hidup yang damai. Belakangan juga Saya simak penulisannya
dalam dunia blog www.apikecil.wordpress.com
*kunjungi juga ya :)*. Mereka
benar-benar bersinergi dengan baik. Sangat kuat Saya rasakan kekuatan itu. Sangat
positif.
Jauh direlung hati terdalam, Saya yang hanya menjadi Silent Reader dan Secreet
Admirer mereka, ingin sekali menyapa. Ingin sekali berkawan. Ingin sekali
bertukar kata. Ingin berjabat dalam damai itu. Sayang jarak membentang tak
hingga. Hanya akhirnya, Saya beranikan memulai kata lewat sepotong perkenalan
via pesan pribadi pada sosmed dengan Mbak Priit. Ya, beliau begitu ramah dan
bersahaja. Tak meleset dari penilaian atas pengamatan Saya selama ini. Mbak
Priit dan Mas Hakim yang begitu memukau Saya. Mereka yang bersahaja, seirama.
Ah, sekali lagi Saya iri.
Teruslah menjadi permata-permata nan berkilau dalam pesona tak ternilai. Semoga
kebahagiaan kalian bertambah dan terus bertambah. Dan kelak selalu dalam
berkahNya. Aamiin.
![]() |
| Mbak Priit dan Mas Hakim, dalam perahu hidup yang penuh kesahajaan |
Pasangan berikutnya yang juga menyita kekaguman Saya adalah Mbak Agnes
dan Suami, Mas Is. Yang pertama Saya
kenal lebih dulu adalah sosok cantik yang ketika itu datang bersama 2 malaikat
kecilnya Jingga dan Ghaura. Mbak Agnes Purwanti. Pada sebuah kajian dalam
komunitas sosial keagamaan yang Saya ikuti, Mbak Agnes hadir sebagai salah satu
bagian dari keluarga besar komunitas kami. Yang menarik, ia bercerita tentang
kehidupannya hingga akhirnya sampai pada titik yang sekarang ini. Yang menurutnya
sudah sangat mendamaikan. Beliau pun sangat bersahaja. Sosoknya sederhana,
tenang, teduh dan sabar. Di balik semua perjuangan hidupnya, Mbak Agnes hadir
bagai pendaran cahaya bintang baru yang menyinari kami akan arti kesyukuran,
arti kebersamaan. Sangat bersahaja dan hangat.
Hingga berteman dengannya lewat dunia maya menjadi nuansa baru dalam
hidup. Tulisannya, kehangatannya dan kebersamaannya bersama keluarga kecilnya
menjadi kekaguman yang sangat besar. Ia dan Suami yang selalu muncul hangat
bersama anak-anak tak pernah terlihat jumawa. Sangat hangat. Sangat bersahaja. Meskipun
sebenarnya mereka bisa melakukan hal-hal yang lebih dari ini semua. Mereka sangat
bersahaja.
Belakangan Saya baru ngeh,
kalau Sang Suami *Mas Is* merupakan seorang vokalis dari Band Indie yang besar
dan tenar yang Saya koleksi juga beberapa karyanya. Dan mereka tetaplah hadir
sebagai keluarga yang bersahaja. Keluarga yang hangat dan penuh cinta kasih. Dan
mereka pun membuat Saya iri *sepertinya Saya kebanyakan iri. Tapi tak apa kan
jika iri pada kebaikan? :)*
![]() |
| MbaK Agnes, Sang Suami, Jingga, Ghaura dan si tampan Pusakata. tak berlebihan kiranya jika Saya mengagumi kehangat dan kesajahaan keluarga ini. |
Ya, itu adalah gambaran mereka-mereka yang Saya kenal begitu bersahaja,
sedehana dan hangat. Padahal mereka bisa melakukan lebih dari yang saat ini
mereka lakukan. Tapi mereka lebih memilih kesederhanaan dan hidup dalam
kedamaian dengan senergi suami istri yang begitu positif. Akankah Saya menyusul
dengan menjadi pasangan ketiga seperti mereka? Semoga :).
Langit Jingga
1 Januari 2014


aamiin Allahuma aamiin :')
BalasHapusAamiin... Allahumma Aamiin :)
HapusSuwun sudah mampir menyempatkan membaca :)
mau album nya payung teduh dong,hehe
BalasHapusealah udul... :p
HapusAmin...
BalasHapusdan yang lain berada di urutan selanjutnya dan selanjutnya..
pasangan pertama saya sedikit banyak sudah tau Bu, tp kl yg kedua blm hehe...
Aamiin....
HapusSubhanallah, memang Mas Hakim dan Mbak Priit itu ya...
Sungguh pasti kedamaian selalu menyertai mereka... :)
Pasangan yang kedua juga takkalah sahajanya Mas...
Suwun sudah mampir membaca.. :)
Akankah Saya menyusul dengan menjadi pasangan ketiga seperti mereka?
BalasHapusTentu saja dek, kau bisa jadi seperti mereka, Insya Allah niat baik akan diijabah.
Saya kenalnya dengan pasangan yg pertama. Si Prit yang dengan mesranya memanggil saya Bulik, hingga mas Hakim dan teman blogger Jember juga memanggil saya seperti itu. Padahal saya masih sebaya dengan mereka loh ;)
Aamiin...
HapusMakasih doanya Bulik *bolehkah saya bermesra juga dengan memanggil bulik? :)* --Semoga berkenan--
Senang sekali bisa mengenal mereka dan menghantarkan Saya mengenal selingkaran beliau-beliau yang sama positifnya, sama sederhananya.
Suwun bulik, sudah menyempatkan membaca :)