Aku selalu menunggu-nunggu kapan Kamis tiba dan dapat memetik ilmu darinya. Aku memang tak banyak bicara padanya. Bukan karena tak ingin, tapi Bahasa Inggrisku belum terlalu lancar. Malu rasanya. Tapi ia dengan ramahnya selalu menebar senyum padaku. Tidak, bukan hanya padaku. Tapi pada setiap sesiapa yang jadi civitas sekolah. Menyenangkan sekali.
Pernah di awal-awal, seorang siswa perempuan di kelas menggerutu setiap pelajaran "Library" tiba. Ia memilih duduk di belakang, hampir berjajar denganku. Kadang menggeliat malas dan merebahkan diri di lantai. Bergumam dengan beberapa murid perempuan lainnya.
"...bla..blaa...bla...."
Kemudian kudekati dan kujentikan jemari di depan bibir yang sedikit memanyun.
"Sstttt.... Kalian kenapa ngobrol? Ayo dengerin Ms. M menyampaikan cerita."
"Tapi kita gak tau ms. M ngomong apa. Kenapa dia gak pake Bahasa Indonesia aja sih. Kita gak suka. Gak ngerti Bu..." ujarnya dengan mulut dimaju-majukan tanda ia benar-benar tidak menyukai hal ini.
"Sudah, yuk kita dengarkan dulu...
Ku gamit bahu anak-anak yang beranjak dengan bersungut-sungut. Mereka tetap belum tertarik. Ya, karena keterbatasan linguistik yang memisahkan mereka, hehehe.
Beberapa minggu lalu, Bu Ita memberitahu bahwa Februari atau setidaknya akhir Januari ini, Ms M akan segera bertolak ke negara asalnya, Australia. Deg, hati seperti leleh, sedih, kehilangan, entah mau bilang apa. Ya, yang pasti aku sangat kehilangan. Lewat Bu Ita, aku tahu bahwa Ms. M benar-benar sukarelawan pendidikan yang tak dibayar sepeser pun untuk mengajar anak-anak. Bahkan ia menjual salah satu rumahnya untuk pendidikan. Masya Allah, bertambah kekagumanku atasnya.
Dan Kamis 2 minggu lalu kami bertemu, tentu dalam pelajaran "Library". Ia begitu bersemangat menjumpai anak-anak, setelah liburan 2 minggu lamanya. Anak-anak begitu ceria, larut dalam cerita dan ilmu yang dibagikannya. Termasuk aku. Kalau boleh dibilang, seperti ingin menangis *agak lebay, tapi serius loh*. Rasanya hati bertanya-tanya, adakah pengganti Ms. M? "M" yang Menarik, "M" yang Menyenangkan. Humm... Adakah kau merasakan kehilangan yang sama Ms. M?
Ketika selesai pembelajaran, satu persatu anak berbaris untuk kembali ke kelas. Dan ketika itu pula, Ms. M menyematkan stiker emotikon ceria di punggung tangan anak-anak. Betapa ceria anak-anak mendapati punggung tangannya bertempelkan stiker ceria warna-warni. Senang bukan kepalang. Membias senyum padaku dan juga pada Ms. M. Tiba saat aku pun berpamitan dan mengucapkan terima kasih padanya. Dengan ramah ia meminta ijin padaku untuk juga menempelkan stiker serupa pada punggung tanganku. Waaaaaah, senangnya. Emotikon bergambar senyum sangaaaaat manis. Thank you so much, Ms. M. Sayangnya, terlepas dan raib ketika aku berfokus merapikan anak-anak yang sedang berbaris.
![]() |
| Ini dia salah satu stiker yang terpasang di punggung tangan murid, Nouval |
Ah, hari itu manis sekali. Aku pasti akan merindukannya. Ketika aku senyum-senyum dalam lamunan seraya menunggu anak-anak memakai sepatu, anak perempuan yang dulu bersungut di paling belakang, menghampiriku. Seraya berbisik, ia bilang "Bu, Aku suka Ms. M".
Duhai hati, seperti tak percaya. Justru menjelang kepergiannya dari Sekolah, saat itu hati anak-anak sudah tersemai dengan kasih sayangnya yang menyenangkan. Termasuk padanya, sang murid yang semula amat tidak menyukai pelajarannya. Aku pun tersenyum mendengar pengakuannya dan memintanya untuk bicara langsung pada Ms. M. Sedikit malu ku temani, ia berbicara pada Ms. M yang masih berdiri di depan pintu perpustakaan.
"Ms. M, she wanna say something to you..."
"Ok" jawab Ms. M menjawab seraya senyum dan merunduk men-sejajarkan diri dengan murid perempuanku.
"I Like You, Ms. M...." ujar sang putri kecil yang kemudian disambut ceria dan ekspresi menyenangkan khas Ms. M.
Itulah hati, yang mampu terwarnai dengan ketulusan. Hal yang patut kuteladani darinya. Ms. M, sosok yang sangat menyenangkan dan mengesankan. Aku pasti akan sangat merindukanmu. Love you, Ms. M :).
Langit Jingga
26 Januari 2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar