Ketika jemarimu riuh mencatat detail demi detail rasa yang tertambat...
Ya, Pulau Panjang hari itu memula kata itu terangkai...
Catatan Pulau Panjang yang kau lalui meski sesaat...
![]() |
| Gambar Ilustrasi |
1 Juli 2010 pukul 2:30
I
hanya air, ya, hanya air. yang terhampar di
hadapan. tak ada batas, kiranya. perahu kecil
penangkap ikan. dan gugusan pulau di kejauhan.
o betapa kecil nian ini badan. terbanting
berbanding seluruh karunia tuhan.
II
bermacam ekspresi terpampang di wajah para
penyeberang. gurat lelah, tubuh lemah tampaklah
sudah. apakah mereka merindukan orangorang yang
ditinggalkannya? sungguh, baru sebentar aku
meninggalkanmu, tapi sudah terasa lama rindu ini
di dada. sabarlah, aku pasti kembali untukmu.
III
wajahwajah di atas geladak. bau air laut dan
keringat para penyeberang. berbagai tujuan di
masingmasing benak. tak berhitung dengan apa yang
dipertaruhkan. daratan di ujung mata menjanjikan
harapan. segera berlabuh kapal, mudahmudahan.
IV
aku sedang mendamparkan diri, di pulau sunyi.
bukan untuk menjauh darimu, sebab tetap kubawa
rinduku padamu. tak ada televisi di sini,
sayangku, aku tak bisa menyapamu. tapi, tak apa,
kau tahu betapa televisi tak begitu aku suka.
haruskah kukatakan pada dunia, betapa rindu ini
begitu terasa.
V
hujan membasahi hamparan pasir di sepanjang
pantai. hembus angin membuat pohonpohon kelapa
bergoyang. seperti gerak penari yang gemulai.
serasa alam sedang berdendang senang. kicau
burung pagi tadi, kini sudah tak ada lagi. hembus
angin, deru mesin kapal, bau air laut. mengiringi
rinduku padamu, nglangut.
VI
pasir basah sehabis hujan, seharian. kerlip lampu
kota daratan, di seberang lautan. apakah kau
rasakan sunyi ini, yang begitu menyesak hati?
mungkin kelak akan kau dapatkan, jawab dari semua
pertanyaan. kekasih, betapa rasa ini menyelinap
di dalam hati diamdiam mengendap. aku rindu
dirimu, sebagaimana parta penumpang perahu,
ketika melihat tempat tujuan di ujung rayu.
VII
lenguh genset dan putaran kipas mengiringi
tidurku, tak ada suara jengkerik lagi. selamat
bobo sayangku, dan kita akan segera jumpa
kembali.
VIII
pulau. pantai. tehhangat. ketelagoreng.
pisangrebus. tak ada sarapan pagi. tak ada
listrik. tak ada televisi. suarasuara burung.
tupai. laut tenang. tak ada angin. mendung.
IX
dalam gelap malam perahu berjalan di tengah
lautan. tinggalkan kerlip lampu bak pasar malam
di daratan. desah angin yang tak terlalu kencang,
membawa hati sedikit tenang. sebab, mata tak lagi
dapat memandang arah petunjuk bintang. perahu
masih melaju tenang, meski ada riak gelombang.
perjalanan yang cukup menegangkan, berakhir
setelah perahu tiba di pelabuhan.
X
daratan o daratan. hati senang, teriak lantang.
“sayangku, sebentar lagi aku pulang”
--HDIB--

its all about you :)
BalasHapushow nice :D
Hapus