Kamis, 23 Januari 2014

Terima Kasih



Kata singkat berjuta makna. Anakku Sayang, Si Ganteng Kesayangan. Berbulan-bulan mendampinginya, sulit kudapati ia bisa tulus berujar kata ini. Sulit sekali. Entah kenapa. Tak lelah rasanya, membiasakannya mengucap kata ini dikala kata ini sepatutnya ia ucapkan. Setelah menerima kembalian, setelah dibantu dan banyak lagi. Tapi ia harus ku minta dulu. Tak reflek mau mengucapkannya. Hmm, tapi aku tak boleh menyerah toh?

Waktu berselang, berbulan-bulan bersamanya. Ia kini dekat, dekat sekali. Matanya sibuk mencariku, jika aku tak terlihat di dekatnya. Senyumnya untukku *ya untukku* kini lebih mudah ku dapati. Sungguh, ia anak baik. Hanya perlu kuusap punggungnya. Hanya perlu kata tenang untuk meredam emosinya. Jemari kami sering kali berpaut untuk saling berjanji. Berjanji akan menghabiskankan makanan, berjanji memberi permen, es teh atau apapun yang jadi harapnya. Tawa kami sering kali berurai di tengah lelah belajar yang ia rasa. Jempol yang sering bertaut untuk sekedar main ayam jago, hiburan kala senggang. Ah, cepat sekali masa itu. Hingga kini kita semakin dekat ya, Nak.



Siang ini, hujan tak jua berhenti hingga waktu pulang tiba. Si Ganteng Kesayangan nampak senang melihat titik-titik hujan. Sering sekali ia bilang di tengah pelajaran seraya menatap ke luar, “Bu hujan ya Bu?” dengan mimik sumringah seperti hendak menubruk hujan dengan lelariannya. Ah, lucunya kamu, Nak. Dan siang tadi, mata bulat nan bening itu masih menerawang hujan, tas digemblokan.

“Ayo pake jas hujan dulu” pintaku padanya.
“Emang bawa bu?”
“Bawa dong, Papah udah bawain kok”

Kemudian ku ambil sebentar di dalam tasnya. Ku tunjukkan padanya. Ia girang bukan main. Sangat senang melihat jas hujan birunya yang masih tergolong baru. Ku bantu ia mengenakan jas hujan biru itu. Membiasaknnya memula yang kanan. Sedikit ngeyel bin bercanda, kami pun bertabur tawa. Akhirnya selesai, ia pun siap menembus hujan dan pulang. Tetiba saja, suara merdu yang diiringi gemericik hujan ku dengar sangat indah dan tak terlupakan.

“Terima kasih ya…..” Si Ganteng riang berujar tanpa ku minta, untuk pertama kalinya.

Langit Jingga

23 Januari 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar