Kata singkat berjuta makna. Anakku Sayang, Si Ganteng Kesayangan. Berbulan-bulan
mendampinginya, sulit kudapati ia bisa tulus berujar kata ini. Sulit sekali. Entah
kenapa. Tak lelah rasanya, membiasakannya mengucap kata ini dikala kata ini
sepatutnya ia ucapkan. Setelah menerima kembalian, setelah dibantu dan banyak
lagi. Tapi ia harus ku minta dulu. Tak reflek mau mengucapkannya. Hmm, tapi aku
tak boleh menyerah toh?
Waktu berselang, berbulan-bulan bersamanya. Ia kini dekat, dekat sekali. Matanya
sibuk mencariku, jika aku tak terlihat di dekatnya. Senyumnya untukku *ya
untukku* kini lebih mudah ku dapati. Sungguh, ia anak baik. Hanya perlu kuusap
punggungnya. Hanya perlu kata tenang untuk meredam emosinya. Jemari kami sering
kali berpaut untuk saling berjanji. Berjanji akan menghabiskankan makanan,
berjanji memberi permen, es teh atau apapun yang jadi harapnya. Tawa kami
sering kali berurai di tengah lelah belajar yang ia rasa. Jempol yang sering
bertaut untuk sekedar main ayam jago, hiburan kala senggang. Ah, cepat sekali
masa itu. Hingga kini kita semakin dekat ya, Nak.
Siang ini, hujan tak jua berhenti hingga waktu pulang tiba. Si Ganteng
Kesayangan nampak senang melihat titik-titik hujan. Sering sekali ia bilang di
tengah pelajaran seraya menatap ke luar, “Bu
hujan ya Bu?” dengan mimik sumringah seperti hendak menubruk hujan dengan
lelariannya. Ah, lucunya kamu, Nak. Dan siang tadi, mata bulat nan bening itu
masih menerawang hujan, tas digemblokan.
“Ayo pake jas hujan dulu” pintaku padanya.
“Emang bawa bu?”
“Bawa dong, Papah udah bawain kok”
Kemudian ku ambil sebentar di dalam tasnya. Ku tunjukkan padanya. Ia girang
bukan main. Sangat senang melihat jas hujan birunya yang masih tergolong baru. Ku
bantu ia mengenakan jas hujan biru itu. Membiasaknnya memula yang kanan. Sedikit
ngeyel bin bercanda, kami pun bertabur tawa. Akhirnya selesai, ia pun siap
menembus hujan dan pulang. Tetiba saja, suara merdu yang diiringi gemericik
hujan ku dengar sangat indah dan tak terlupakan.
“Terima kasih ya…..” Si Ganteng riang berujar tanpa ku minta, untuk
pertama kalinya.
Langit Jingga
23 Januari 2014


Tidak ada komentar:
Posting Komentar