Senin, 27 Januari 2014

Kisah Payung Pink

Dia, cuma dia yang tergeletak bisu di sudut. Ketika yang lain berhambur menembus hujan, dia hanya memandang.

Awal Januari ketika kami baru memulai semester genap, hujan menjadi menu harian yang menyapa kegiatan kami. Hampir sepanjang hari, hujan menemani. Berangkat sekolah, ketika belajar bahkan hingga waktu pulang menjemput, hujan masih setia menemani kami. Walhasil, bukan hanya jaket penghangat diri, jas hujan dan payung pun jadi sahabat lekat belakangan ini. Aku, anak-anak dan civitas lainnya tentu membutuhkan "sahabat" yang satu ini di kala hujan agar tetap dapat beraktifitas di sekitaran sekolah.

Satu hari di musim penghujan ini, payung begitu banyak berjajar di tepian tangga. Sengaja dikatupkan agar tak berhambur ditiup angin. Agar tak sesak jalanan menuju kelas. Dan sebagai favorit, aku membawa si pink payung kesayangan. Meski umurnya cukup tua sudah memudarkan bebungaan yang menghias, aku tetap mengidolakannya. Ketika hendak sholat sunnah dhuha, anak-anak berhambur mengenakan jas hujan dan payung ke masjid. Ada yang sibuk pinjam dan bergabung satu sama lain. Begitu pula Fathin yang tetiba saja menghampiriku untuk pinjam payung. 

"Bu Putri, bawa payung gak?"
"Bawa"
"Boleh pinjam untuk ke masjid Bu?"
"Oh, boleh. Itu payungnya" jawabku sambil menunjuk salah satu payung di jajaran payung pink lainnya milik anak-anak perempuan.

Sejenak Fathin tertegun dan bilang "Pink Bu?"
"Iya..." ujarku agak bingung, karena ia tak jua beranjak dan tetap diam di tepian kelas.

Yap, Fathin hanya menunggu sambil menerawang ke titik-titik hujan. Tak berkata apapun. Namun ketika salah seorang temannya datang dari masjid berpayung berwarna gelap, ia segera berhambur keluar dan setengah teriak kegirangan, "Pinjam ya, pinjam ya..."

Ohhhhh, ternyata, anak-anak sudah mulai mengklasifikasikan mana yang digunakan untuk laki-laki dan mana untuk yang perempuan. Rupanya enggan ia gunakan payung jika warnanya identik dengan perempuan.Meskipun terpepet, meskipun banyak payung *yang berwarna pink* berjajar di sudut tangga. Oke baiklah, mulai detik itu aku berhenti membawa si payung pink dan menggantinya dengan payung kotak-kotak cokelat agar bermanfaat untuk anak-anak saat diperlukan. :)


Langit Jingga
27 Januari 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar