Entah sudah berapa banyak amplop cokelat ini kupenuhi dengan kopi-an kertas bertulis "ijazah"
Berapa kali ku kunjungi tokoo kecil di sudut untuk mencetak gambar diriku dalam kertas licin
Dan entah sudah keberapa kalinya ku ayunkan kaki menuju rumah oranyebergambar burung itu
Tapi telepon genggamku masih gagu
Tak ada yang mencariku untuk sekedar interview
Oh, mampuku hanya tertunduk lesu
Dompetku hanya menyisakan lembaran ribuan yang lusuh
Mana mampu ku buat lagi lamaran yang baru?
Hanya ada 1 bundel amplop cokelat lengkap
Terakhir yang ku punya
Bu, doakan aku untuk satu surat lamaran yang terakhir ini
Satu lagi
Langit Jingga - 2 Juni 2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar