Kamis, 16 Januari 2014

O Muhammad, Puisi Cinta untuk Nabi (1991)


Bila Nabi Muhammad mengunjungimu
barang sehari atau dua
bila ia datang tak disangka-sangka
aku ingin tahu apa yang akan kau lakukan?

Oh, aku tahu kau akan menyediakan ruangan yang terbaik
bagi seorang tamu yang begitu terhormat

Dan semua makanan yang akan kau hidangkan padanya
adalah makanan yang terlezat
dan kau akan terus meyakinkannya,
bahwa kau senang dikunjunginya,
bahwa melayaninya di rumahmu sendiri
adalah suatu kebahagiaan tiada bandingannya

Tetapi... apabila kau melihatnya datang,
akankah kau menemuinya di pintu
dengan tangan terulur menyambut
tamumu nan surgawi?

Atau...
akankah kau mengganti pakaianmu
sebelum kau menyilakannnya masuk?
atau menyembunyikan majalah-majalah
dan mengedepankan Al-Quran?
Masih akankah kau menonton film-film tak senonoh
yang ditayangkan pesawat TV-mu?
Dan membaca buku-buku yang kau baca?
Dan membiarkannya
mengetahui segala sesuatu
yang mengisi pikiran dan semangatmu?

Akankah kau mengajak Nabi bersamamu,
kemana pun kau pergi?
Atau, akankah kau, mungkin,
mengubah rencanamu untuk berangkat sehari dua?

Akankah kau gembira memperkenalkannya
kepada kawan-kawan karibmu?
Atau akankah kau berharap mereka akan menjauh
sampai kunjungannya usai?

Akankah kau senang bila ia tinggal denganmu
untuk selama-lamanya?
Atau, akankah kau merasa lega dengan kelegaan yang lapang,
apabila akhirnya ia pergi?

Barangkali menarik juga mengetahui'
segala apa yang akan kau lakukan
bila Nabi Muhammad datang secara pribadi
untuk menghabiskan beberapa saat bersamamu!

--terjemahan Miftah F. Rakhmat
Dari Buku "Menatap Punggung Muhammad" - Fahd Djibran


Langit Jingga,
15 Rabiul Awal 1435 H / 16 Januari 2014 Menjelang dini hari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar