Ya, kotak itu namanya televisi.
Kotak yang berupa-rupa gambar berjejal di dalamnya.
Entah gambar yang layak ditonton atau tidak, dia akan tetap
menampilkannya.
Namanya televisi, yang beragam program bisa beraksi hampir sepanjang
hari.
Entah bermanfaat atau justru membawa sesat, si kotak tak peduli.
Kotak itu kini semakin besar dan menarik.
Semakin ciut pupil menatap cahaya yang begitu jelas berkilauan dari Sang
kotak modern.
Kini semakin panjang durasi gambar-gambar bergerak itu berseliweran.
Subuh buta hingga dini hari.
Bahkan ada yang benar-benar sepanjang hari.
Semakin menarik mata.
Kalau dulu ketika Aku kecil ia begitu mewah, kini ia barang lumrah.
Baik kah?
Rasanya tidak terlalu.
Apa yang didapat?
Toh berita sudah berpihak. Tak lagi jelas seperti nyatanya.
Cerita? Ah sudah tak nyata juga.
Beragam settingan bak hal biasa
saja.
Lalu apa untungnya?
Hidup jadi seperti berpura-pura belaka.
Kotakku, dulu jadi barang mewah yang memiliki manfaat berlimpah.
Tapi sekarang sudah seperti sampah.
Oh televisi, kotakku yang sudah hilang arti.
![]() |
| Pic From Arham Kendari via kompasiana http://sosbud.kompasiana.com/2013/10/30/inilah-racun-yang-kita-sebut-hiburan-komik-inside-606402.html |
Langit Jingga
08 Januari 2014






Tidak ada komentar:
Posting Komentar