Sabtu, 14 Februari 2015

Bermimpilah Meski Sederhana, Meski Lewat Kata


Mungkin saya bukanlah Merry Riana yang mampu mewujudkan mimpi sejuta dollarnya. Atau pula Iwan Setiawan yang sukses menerobos mimpinya hingga ke Amerika. Tapi setidaknya tulisan saya ini mampu menggugah para pemimpi. Agar mereka tidak hanya menggantungkan mimpi-mimpinya hanya pada kasur dan meninggalkannya dikala pagi.

Entah mengapa, sejak dulu saya menambatkan mimpi-mimpi yang amat sederhana. Dan entah bagaimana, Tuhan selalu membukakan jalan dan terkabul. Tapi tunggu, bukan berarti saya tak pernah gagal meraih mimpi. Ada kalanya Tuhan tidak mengabulkan mimpi. Karena perlu diingat, apa yang terbaik menurut kita belum tentu terbaik menurutNya.

Hal pertama yang begitu berkesan adalah mengenai mimpi saya untuk masuk ke SMP Negeri 1 Cibinong. Setiap kali saya melewati tempat itu, saya pasti akan mengucap “Ini SMP dan SMA (SMAN 1 Cibinong persis bersebelahan dengan SMPN 1 Cibinong) saya kelak”. Selalu demikian. Entah terucap di hati ataupun terlontar diucap ketika melewatinya bersama ibu bapak. Seperti menjadi doa. Hal itu pun terkabul pada pertengahan tahun 2001, saya resmi menyandang status siswi SMPN 1 Cibinong. Hal kedua juga Tuhan kabulkan. Doa dari celoteh anak yang selalu berazzam setiap saat melewati tempat impiannya. Aku kembali lolos menjadi siswi Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Negeri 1 Cibinong. Bedanya, aku yang memantapkan memilih Sekolah kejuruan. Subhanallah.

Selain itu mimpi sebagai guru yang selalu aku tuliskan dalam kolom biodata saat sekolah dasar (pembaca era 90 an pasti tahu momen ini, hehehe). Mimpi itu akhirnya terwujud meskipun aku tak mengenyam bangku pendidikan keguruan. Kini aku menjadi seorang Shadow Teacher di salah satu yayasan pendidikan terkemuka. Allah, Allah hanya Allah. Tempat bergantung segala sesuatu termasuk mimpi.

Tulisan ini memang hanya rentetan cerita yang sangat sederhana. Semua pernah mengalaminya. Tapi saya merasakan energi yang luar biasa. Dari doa yang terlontar setiap waktu. Apapun itu, bermimpilah. Jangan kau sandingkan hanya dengan kekuatan dan kemampuanmu. Karena ada kekuatan doa yang luar biasa. Mewujudkan mimpi lewat usaha tanpa doa adalah sombong. Berdoa tanpa berusaha adalah kosong.
Dan kini saya tengah menjajal doa dan usaha untuk mimpi terindah sepanjang masa. Menikah. Semoga kelak doa dan usaha saya kali ini juga menghadirkan hasil yang luar biasa indah. Karena optimis adalah satu dari sekian banyak bahan baku meraih mimpi. Maka, bermimpilah.

20 Maret 2014,
Langit Jingga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar