Coba tilik lagi, dalam setiap perayaan di beberapa daerah besar, pasti memakan biaya yang tidak main-main. Bayangkan uang milyaran berhambur dalam semalam. Berhambur menguap bersama kepulan asap mengepul sisa kembang api. Tarikan senyum sesaat, secepat hilangnya efek kembang api. Inikah kebahagiaan yang dituju, yang katanya pesta rakyat? Miris. Padahal banyak rakyat lebih butuh penghidupan, pengobatan, pendidikan ketimbang hiburan sesaat. Ya, sekali lagi SESAAT.
![]() |
| Dok. Google |
Kalau kita tahu, bahwa musim hujan kerap kali menjemput bencana *dipicu karena ulah manusia, misal pembalakan liar, pendangkalan sungai dan lain-lain* lalu kenapa di februari, maret sampai desember kita tak menata hidup dan lingkungan yang lebih baik?
Lalu kenapa tiap akhir tahun kau buang uang percuma demi kesenangan sesaat, padahal setelahnya selalu saja ada berita bencana yang membutuhkan bantuan?
Kenapa tak terpikir, Milyaran uang yang hendak kau pora-pora lebih baik kau simpan untuk kemanusiaan?
Ingatlah, ini bukan kejadian sekali dua kali. Hampir setiap tahun.
Mengapa tak jua kau mengambil pelajaran?
![]() |
| Dok. Google |
Kalau saja mau berpikir.
Langit Jingga
17 Januari 2014




.
BalasHapus(y)