Selasa, 18 Februari 2014

Konser Amal SAC, Menanamkan Empati Sejak Dini

Kamis lalu, 13 Februari 2014 Sekolah Alam Cikeas mengadakan konser amal di Function Room Sekolah Alam Cikeas. Tunggu dulu, jangan berfikir konser ini megah bak panggung diva-diva kelas dunia. Tidak ada selebritis di dalamnya. Beberapa hari sebelumnya selebaran dari scrap paper singgah ke kelas kami, 2 sangir, memberitahukan bahwa SD 6 akan menggelar konser amal untuk membangun kepedulian bagi Sekolah Master (Sekolah Masjid Terminal, Sekolah anak-anak jalanan yang ada di Masjid Terminal di wilayah Depok Jawa Barat). Dalam pemberitahuan tersebut, anak-anak dianjurkan membawa uang sejumlah 2.000 rupiah untuk tiket masuk pada hari kamis. Ya, memang pada hari biasa anak-anak tidak diperkenankan membawa uang ke sekolah, maka jika ada hal-hal seperti ini, anak-anak diberitahukan sebelumnya untuk membawa uang. Anak-anak, sangat semangat. Apalagi ketika diceritakan kemana uang tiket kelak bermuara. Empati mengalir tak henti. Potret empati yang jarang ditemui bahkan untuk seusia mereka.



Tiba di hari H, anak-anak tak sabar menanti Konser Amal yang digelar pukul 09.00, tepat saat mereka istirahat. Sejak pagi mereka tak lepas menggenggam 2.000 dalam jemari. Rasa tak sabar menggelayut di hati. Ah, kepedulian yang dibalut kebersamaan ini rasanya begitu indah. Jam pun bergeser ke pukul 09.00. Anak-anak segera lelarian menuju Function Room. Disambut kotak ticketing, anak-anak menukar lembaran dengan snack berupa camilan dan permen. Semakin riang anak-anak memasuki arena konser. Sembari menunggu, mereka menikmati snack kedua mereka setelah snack di kelas.



Saat yang dinanti pun tiba. Acara dibuka dengan Ka Adis, siswa SD 6. Anak-anak nampak tenang dan menikmati. Subhanallah, tidak ada yang berisik, bahkan adik PG dan TK pun tenang :). Tak lama kemudian satu persatu kakak SD 6 masuk seraya membawa angklung. Hormat pada penonton menjadi pembuka yang disambut riuh tepuk tangan. Tak lama, Ka Adis berdiri dibalik keyboard, diiringi Pak Kiki (Gitar) dan Pak Bustan (Cajon, drum akustik). Pentas pun dimulai dengan koor lagu "We Are The World We Are The Children" milik Michael Jackson dan kawan-kawan. Haru dan riuh menyeruak jadi satu. Suara merdu diiringi musik syahdu jadi leburan hiburan yang mempererat kebersamaan. Indah sekali.



Lepas lagu selesai, disambung dengan tampilan angklung yang memukau dengan lagu Mission Impposible milik Agen 007, James Bond :p. Anak-anak kembali riuh bertepuk tangan. Senang betul menikmati sajian memikat di awal hari. Sekali lagi 2 jempol untuk kakak SD 6 yang berhasil mengemas acara konser amal ini dengan begitu memukau. Tak ada gurat kecewa dan menyesal dari mereka-mereka yang telah membeli tiket. Mereka sangat bahagia.



Itulah sekilas cerita tentang konser amal yang digalang untuk membantu teman-teman seperjuangan dalam pendidikan, Sekolah Masjid Terminal, Depok. Anak-anak sejak dini diajarkan bagaimana menyisihkan rezeki untuk berbagi. Belajar berempati dengan limpahan rezeki yang dimiliki. Dengan potensi seni yang membumbung tinggi. Hal yang mulai jarang ditemui saat ini. Di sini beragam ilmu humanis diajarkan untuk bekal akhlak anak-anak. Kepedulian, kemandirian dan sejumlah akhlak-akhlak positif menjadi pondasi wajib. Akhlak positif selalu beriringan dengan akademis yang InsyaAllah mumpuni. Teruslah tumbuh calon generasi penerus bangsa. Tetaplah positif sepanjang hayat. Kelak berguna bagi masyarakat luas. Aamiin.


Langit Jingga,
18 Februari 2014

2 komentar:

  1. how nice...
    btw, itu sendal eye catching banget :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Very niceeeeeeeeeee....
      Love love them...
      SAC gitu lohhhh.. :p
      rapi kan???? :D
      Anak-anak mandiri sejak dini :)

      Hapus